[Masyaikh Jama'ah Tabligh di India] Maulana Muhammad Ilyas al-Kanda h lawi -sebagai pendiri- tidak secara spesifik menyebutkan bahwa gerakan yang ia bangun disebut sebagai Jamā’ah Tablīgh (JT). Akan tetapi, pada akhirnya orang-orang menyebut gerakan ini sebagai Jamā’ah Tablīgh karena mereka bergerak menyampaikan (tablīgh) hal dan ihwal tentang iman dan amal shaleh. Gerakan ini ditopang dengan kitab-kitab karya ulama hadis dari gerakan ini, yaitu Maulana Muhammad Zakariyya dengan judul Faḍāil al-A’māl . Kitab ini berlandaskan kepada syariat al-Qur’an, terutama hadis, sebagai penunjang praktik keagamaan serta membentuk pengorganisasian dan pengalaman gerakan ini. Mereka menghayati teks tersebut untuk diamalkan sedemikian rupa. Selain itu, JT juga membangun kerangka teoritis untuk mengkritik budaya otoritatif. Dari kritikan tersebut, muncullah istilah nisab , dan sebagainya untuk menegaskan amal ibadah, salat, membaca al-Qur’an, zikir puasa, haji, sedekah serta amalan la...
Cerita, arsip, dan dokumentasi